MTs N 2 Mabar (Kemenag) — Langkah konkret mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, dan berkarakter terus digalakkan di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT, Bapak H. Ishak Sulaiman, S.Ag., secara langsung memimpin kegiatan Pembinaan dan Penguatan Implementasi Zona Integritas (ZI) bagi seluruh Madrasah Negeri se-Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan strategis ini dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Manggarai Barat selaku tuan rumah penyelenggara. Jum’at, 17/07/2026
Kegiatan krusial ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting Kemenag setempat, di antaranya: Bapak Jerudin, S.Ag. (Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Manggarai Barat), Bapak Karolus Laurensius Hibur Kejuru, ST. (Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai Barat), Tim Kerja Zona Integritas Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai Barat, Perwakilan serta Tim ZI dari MTs Negeri Manggarai Barat, MAN Manggarai Barat dan MTs N 2 Manggarai Barat.
Dalam Pembinaanya yang sarat akan pesan spiritual dan filosofis, H. Ishak Sulaiman tidak hanya membedah persoalan administratif reformasi birokrasi, melainkan menyentuh akar terdalam dari integritas itu sendiri, yaitu moralitas dan hakikat kemanusiaan. Beliau mengingatkan seluruh ASN madrasah agar tidak terjebak dalam kesemuan duniawi yang sering kali merusak integritas.
“Manusia yang dipuja-puji karena jabatan, pada waktunya jabatan itu akan hilang. Manusia yang bangga akan kekayaan, harta itu pun suatu saat akan pergi. Apa yang kita perjuangkan mati-matian hari ini, besok lusa semuanya akan pergi meninggalkan kita. Maka, jangan pernah menjadi manusia yang kikir, karena pada dasarnya tidak ada satu pun di dunia ini yang patut kita banggakan secara berlebihan,” tegas H. Ishak Sulaiman di hadapan para peserta.
Beliau menyoroti bahwa esensi sejati manusia sering kali terabaikan dalam rutinitas kerja. Menurutnya, potensi-potensi untuk membangun integritas harus senantiasa ditumbuhkan dari dalam diri. Menjadi seorang pemimpin di lingkungan pendidikan, lanjutnya, harus mampu memberikan kemanfaatan yang besar bagi orang banyak.
Untuk mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan, H. Ishak menekankan pentingnya membangun filosofi sirkulasi—sebuah siklus transfer nilai, pengetahuan, dan kebaikan yang terus mengalir tanpa henti. Di lingkungan madrasah, sirkulasi kemajuan ini harus didukung kuat oleh penguatan budaya literasi dan numerasi agar kualitas sumber daya manusia (SDM) terus meningkat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di akhir penyampaiannya, beliau memberikan tamparan keras terkait etika kerja dan hubungan sosial antarpegawai.
“Manusia kalau sudah terbiasa menceritakan keburukan orang lain, maka sesungguhnya dialah orang yang paling buruk. Integritas sejati tidak akan pernah lahir dari lisan yang gemar menjatuhkan sesama, melainkan dari pribadi yang fokus memperbaiki diri demi kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Kehadiran jajaran pimpinan Kanwil Kemenag NTT dan Kemenag Kabupaten Manggarai Barat memberikan dampak psikologis dan operasional yang sangat besar bagi ekosistem pendidikan Islam di Manggarai Barat. Kegiatan ini berhasil menyamakan persepsi, mengikis sekat birokrasi, serta memberikan peta jalan (roadmap) yang humanis dan aplikatif bagi komitmen madrasah negeri dalam meningkatkan mutu pelayanan publik kepada siswa, orang tua, dan masyarakat luas.
Dengan adanya penguatan berbasis nilai-nilai kehidupan ini, MTsN 2 Manggarai Barat, MTs Negeri Manggarai Barat, dan MAN Manggarai Barat sepakat merapatkan barisan guna mempercepat implementasi ZI di satuan kerja masing-masing, sekaligus optimis menjadi pelopor madrasah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berintegritas tinggi dan berkarakter kuat .
Eksplorasi konten lain dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Manggarai Barat
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
