MTsN 2 Manggarai Barat (Kemenag) — Sebanyak 312 siswa-siswi MTsN 2 Manggarai Barat mengikuti simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan kebakaran yang digelar oleh Tim Pengelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rabu (07/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga madrasah dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan dipimpin oleh Bapak Marsel Hadu bersama rombongan Tim BPBD dan melibatkan 312 siswa-siswi, guru, serta seluruh warga MTsN 2 Manggarai Barat. Para peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai mitigasi bencana, tetapi juga mengikuti simulasi secara langsung agar memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
Dalam simulasi gempa bumi, ratusan siswa mendapatkan edukasi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, mulai dari tetap tenang ketika terjadi guncangan, berlindung di tempat yang aman, melindungi kepala dan bagian tubuh yang vital, hingga mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Bagi 312 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut, simulasi menjadi pengalaman penting untuk memahami bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Mereka dilatih agar tidak panik dan mampu mengikuti instruksi evakuasi secara tertib ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain simulasi gempa bumi, Tim BPBD juga memberikan edukasi dan simulasi terkait penanganan kebakaran. Para siswa diperkenalkan pada langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kebakaran, prosedur evakuasi, serta pentingnya mengenali lingkungan sekitar dan fasilitas keselamatan yang tersedia di madrasah.
Antusiasme 312 siswa-siswi terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh Tim BPBD dan terlibat langsung dalam tahapan simulasi, termasuk proses evakuasi menuju titik kumpul. Keterlibatan secara langsung tersebut diharapkan dapat membuat pengetahuan tentang mitigasi bencana lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam situasi nyata.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, mengetahui titik kumpul, serta memahami prosedur keselamatan merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Manggarai Barat berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan warga madrasah.
Kepala MTsN 2 Manggarai Barat menyampaikan apresiasi kepada Tim BPBD, khususnya Bapak Marsel Hadu beserta rombongan, yang telah memberikan edukasi dan pelatihan kepada 312 siswa-siswi serta seluruh warga madrasah. Kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai bagian dari upaya menciptakan satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Lebih dari sekadar kegiatan simulasi, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan budaya sadar dan tanggap bencana kepada para siswa. Pengetahuan yang diperoleh di madrasah juga diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sehingga kesadaran mengenai keselamatan dan mitigasi bencana semakin luas.
Dengan melibatkan 312 siswa-siswi secara langsung, MTsN 2 Manggarai Barat menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, keberanian, dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat kerja sama antara madrasah dan BPBD dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan. Latihan dan edukasi secara berkala diharapkan dapat membentuk warga madrasah yang lebih tenang, sigap, dan tepat dalam mengambil tindakan ketika bencana terjadi.
Pewarta/Fotografer : Surwanti
Eksplorasi konten lain dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Manggarai Barat
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
